1
COCOMO
PENGGUNAAN SISTEM SIDIK JARI PADA ABSENSI MAHASISWA
Nama Kelompok :
1. Tommy Noor Chandra 201251063
2. Marlita Edhar Sari 201251091
3. Vahrul Meilani 201251115
PROGDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MURIA KUDUS
2013/2014
2
Daftar Isi
A. Introduction ........................................................................................... 2
a. Cocomo „81 ....................................................................................... 2
b. Cocomo II .......................................................................................... 5
B. Model Definition...................................................................................... 5
C. Perhitungan .......................................................................................... 6
1. Effort Estimation Equation ............................................................... 6
2. Schedule Estimation Equation .......................................................... 6
3. Scale Factors ..................................................................................... 6
4. Sizing Methods ................................................................................ 6
5. Counting with Unadjusted Function Point ...................................... 7
6. Adaptation Adjustment Factors ....................................................... 7
7. Effort Multipliers ............................................................................. 7
D. Contoh estimasi model COCOMO II ................................................ 9
E. Daftar Pustaka ..................................................................................... 13
3
A. Introduction
Cocomo „81
Barry Boehm memperkenalkan hirarki model estimasi PL dengan nama COCOMO (COnstructive COst MOdel = Model Biaya Konstruktif) yang berbentuk sbb :
1. Model COCOMO Dasar
Menghitung usaha pengembangan PL (dan biaya) sbg fungsi dari ukuran program yang diekspresikan dalam baris kode yang diestimasi (LOC).
2. Model COCOMO Intermediate
Menghitung usaha pengembangan PL sbg fungsi ukuran program dan serangkaian 'pengendali biaya' yang menyangkut penilaian yang subyektif thd produk, perangkat keras, personil dan atribut proyek.
3. Model COCOMO Advance
Menghubungkan semua karakteristik versi intermediate dg penilaian thd pengaruh pengendali biaya pd setiap langkah (analis, perancangan, dll) dari proses rekayasa PL.
Model COCOMO mendefinisikan 3 kelas proyek PL yaitu :
1. Model Organik
Ukuran proyek relatif kecil, PL yang dibuat atau dikembangkan lebih simpel dengan aplikasi kerja yang baik. Misal program analisis termal yang dikembangkan untuk kelompok transfer panas.
2. Model Semi Detached
Ukuran proyek dan kekompleksan perangkat cukup besar dengan pengalaman kerja campuran (ada yang telah berpengalaman dan ada yang belum berpengalaman). Misal sistem pemrosesan transaksi dengan syarat tertentu untuk perangkat keras terminal dan perangkat lunak database.
3. Model Embedded
Ukuran proyek dan kekompleksan PL yang dikembangkan atau dikerjakan besar. Misal perangkat lunak kontrol penerbangan untuk pesawat udara.
Pesamaan COCOMO Dasar
bb
E = ab (KLOC)
db
D = cb E
Dimana :
E = Effort (usaha yang diaplikasikan - pm)
D = waktu pengembangan (m)
KLOC = jumlah perkiraan baris kode (dalam ribuan)
ab, bb, cb, db = koefisien (lihat tabel)
4
Model dasar ini dapat diperluas dengan mempertimbangkan kumpulan 'atribut pengendali biaya' yang dikelompokkan dalam 4 kategori utama :
1. Atribut produk
- ukuran keandalan proyek
- ukuran dari aplikasi database
- kekompleksan produk
2. Atribut perangkat keras
- kendala performansi run-time
- kendala memori
- lingkungan dari violability dari virtual memori
- waktu perputaran yang diperlukan
3. Atribut personil
- kemampuan sistem analis
- kemampuan software engineering
- pengalaman aplikasi
- pengalaman virtual mesin
- pengalaman bahasa pemrograman
4. Atribut proyek
- pemakaian alat bantu PL
- metode aplikasi software engineering
- jadwal pengembangan
Masing-masing dari 15 atribut di atas dirata-rata dalam sebuah skala 6 titik dg rentang dari
'sangat rendah' ke 'sangat tinggi' (dalam kepentingan atau harga).
Persamaan COCOMO Intermediate
bi
E = ai (KLOC) * EAF
dimana :
EAF = Effort Adjusment Factor (faktor penyesuaian usaha) yang mempunyai range
antara 0.9 sampai 1.4
ai, bi = koefisien (lihat tabel)
Cocomo II
Teknologi terus berkembang, begitu juga dengan proses pembuatan perangkat lunak.
Cocomo 81 sudah kurang sesuai dengan zaman sekarang. Oleh sebab itu dibuatlah versi Cocomo
yang baru, yaitu Cocomo II.
Berikut ini adalah poin-poin yang perlu ditambahkan dari Cocomo 81:
• Proses perangkat lunak yang baru;
• Fenomena baru : ukuran dan penggunaan kembali;
• Dibutuhkannya pembuat keputusan berdasarkan informasi yang kurang lengkap.
5
B. Model Definition
Dalam Cocomo II terdapat tiga tahap model untuk estimasi proyek perangkat lunak.
1. The Application Composition Model
Untuk pembangunan proyek dengan tools GUI-builder modern. Dihitung berdasar object points (tampilan, laporan, serta bahasa generasi ketiga).
2. The Early Design Model
Untuk mendapatkan estimasi kasar biaya dan durasi proyek sebelum menentukan arsitektur keseluruhan proyek. Berdasar pada unadjusted function points atau KSLOC.
Atribut-atributk yang mempengaruhi early design model:
a. Product reliability and compexity (RCPX)
b. Required reusability (RUSE)
c. Platform difficulty (PDIF)
d. Personnel capability (PERS)
e. Personnel experience (PREX)
f. Facilities available (FCIL)
g. Schedule pressure (SCED)
3. The Post-Architecture
Model penghitungan paling detil yang digunakan setelah membentuk arsitektur proyek secara menyeluruh. Cost drivernya:
1. Product attributes
a. Required Software Reliability
b. Database Size
c. Product Complexity
d. Developed for Reusability
e. Documentation Match to Lifecycle Needs
2. Personnel attributes
a. Analyst Capability
b. Programmer Capability
c. Personnel Continuity
d. Application Experience
e. Platform Experience
f. Language and Toolset Experience
3. Platform attributes
a. Time Constraint
b. Storage Constraint
c. Platform Volatility
4. Project attributes
a. Use of Software Tools
b. Multisite Development
c. Required Development Schedule
6
C. Perhitungan
1. Effort Estimation Equation
2. Schedule Estimation Equation
Menentukan waktu untuk mengembangkan (time to develop / TDEV)
dengan estimated effort, PM, tidak termasuk efek dari SCED effort
multiplier.
3. Scale Factors
Pada persamaan 1-2 terdapat eksponen B. Berikut ini adalah cara menentukan
eksponen B:
Misalnya, jika scale faktor untuk rating Extra High diberi bobot nikai 0, makan
proyek rating Extra
High dengan 100 KSLOC akan memiliki SFj = 0, B = 1.01, dan relative effort
E = 1001.01 = 105 PM.
4. Sizing Methods
Pada Cocomo II,logical source statement ditetapkan sebagai baris standar dari
kode.
7
Mendefinisikan baris menjadi sulit karena perbedaan konseptual yang terlibat untuk laporan dieksekusi dan dideklarasi dalam bahasa yang berbeda. Satu SLOC (source line of code) berarti satu logical statement dalam kode, bukan berarti satu baris kode. Beberapa perubahan untuk menentukan definisi line-of code yang berbeda dengan definisi awal. Perubahan ini mengeliminasi kategori perangkat lunak. Penghitungan line-of-code Cocomo II dapat dihitung dengan berbagai. Salah satu caranya adalah menggunakan program.
5. Counting with Unadjusted Function Point
Estimasi biaya function point berdasarkan jumlah fungsionalitas proyek perangkat lunak.Function points menjadi estimator yang berguna karena didasari pada informasim yang tersedia pada awal siklus hidup poyek perangkat lunak.
6. Adaptation Adjustment Factors
Cocomo II tidak hanya dapat digunakan menghitung biaya oleh proyek yang dibuat
dari awal (from “scratch”), namun juga dapat digunakan oleh proyek yang menggunakan
kode yang sudah ada. Berikut ini adalah nilai-nilai yang diperlukan :
• Adapted Source Lines of Code (ASLOC)
• Percent of Design Modification (DM).
• Percent of Code Modification (CM).
• Percent of Integration Required for Modified Software (IM).
• Percentage of reuse effort due to Software Understanding (SU).
• Percentage of reuse effort due to Assessment and Assimilation (AA).
• Programmer Unfamiliarity with Software (UNFM)
7. Effort Multipliers
Berikut ini adalah beberapa faktor yang berpengaruh pada proyek.
Product Attributes
• Required software reliability (RELY)
• Database size (DATA)
• Documentation match to life-cycle needs (DOCU)
• Product complexity (CPLX)
• Required Reusability (RUSE)
8. Platform Attributes
• Execution time constraint (TIME)
• Main storage constraint (STOR)
• Platform volatility (PVOL)
9. Personel Attributes
• Analyst capabilities (ACAP)
• Applications experience (APEX)
• Programmer capabilities (PCAP)
• Platform experience (PLEX)
• Programming language experience (LTEX)
• Personnel Continuity (PCON)
8
10. Project Atrributes
• Use of software tools (TOOL)
• Multisite Development (SITE)
9
D. Contoh estimasi model COCOMO II
Contoh yang dihitung pada bagian ini adalah proyek system Absensi mahasiswa menggunakan sidik jari. Proyek ini digunakan untuk membantu pencatatan absensi mahasiswa tanpa ada kecurangan dari mahasiswa yang terkait.
Informasi Nilai Domain Informasi Nilai Domain Simple Average Complex Input pemakai Input sidik jari dari mahasiswa 3 0 0 3 Input file pilihan fakultas/jurusan 3 0 0 3 Input NIM & Nama Mahasiswa 3 0 0 3 Input Mata Kuliah 3 0 0 3 Input Data 3 0 0 3 Jumlah output Menampilkan hasil Sidik Jari Mahasiswa 0 7 0 7 Menampilkan semua fakultas/jurusan 3 0 0 3 Menampilkan NIM & Nama Mahasiswa 3 0 0 3 Menampilkan semua Mata Kuliah 2 0 0 2 Menampilkan Semua Data Yang diinputkan 4 0 0 4 Jumlah inquiry Pencarian Fakultas/jurusan 0 7 0 7 Form Absensi 3 0 0 3 Mata kuliah, Nama Dosen yang di pilih 3 0 0 3 Pengisian Data 4 0 0 4 Review Data 3 0 0 3 Jumlah file 8 tabel 9 0 0 9 7 class 0 8 0 8 Jumlah interface external 0 0 0 0 Jumlah 71 Total Nilai domain
10
Tahap 2 Menghitung Cost Driver
No. Faktor Bobot kepentingan 1. Backup dan recovery 5 2. Komunikasi Data 0 3. Proses terdistribusi 4 4. Kepentingan peforma 5 5. Keberadaan lingkungan operasi 0 6. Online data entry 3 7. Input melalui beberapa tampilan/operasi 0 8. Peng-update-an file master secara online 2 9. Kompleksitas nilai ‘domain’ (tahap.1) 3 10. Kompleksitas proses internal aplikasi 3 11. Perulangan (reuse) penggunaan kode 3 12. Ketersediaan rancangan 3 13. Rancangan untuk pengulangan instalasidi lingkungan yg berbeda 3 14. Fleksibilitas bagi pemakai 1 Total kompleksitas 31 Estimasi FP : : Jumlah total domain * (0,65 + (0,01*total kompleksitas) Estimasi FP : : 71 * (0,65 + ( 0,01*31) : 68,2
11
Tahap 3 Menghitung Size
Tahap 4 Menghitung Effort
a. EffortEffort EffortEffort
= Ca * Size^Ma= Ca * Size^Ma= Ca * Size^Ma= Ca * Size^Ma = Ca * Size^Ma= Ca * Size^Ma = Ca * Size^Ma= Ca * Size^Ma = Ca * Size^Ma= Ca * Size^Ma
= 3 * 2.2464 ^ 1.12= 3 * 2.2464 ^ 1.12= 3 * 2.2464 ^ 1.12= 3 * 2.2464 ^ 1.12= 3 * 2.2464 ^ 1.12= 3 * 2.2464 ^ 1.12 = 3 * 2.2464 ^ 1.12= 3 * 2.2464 ^ 1.12= 3 * 2.2464 ^ 1.12= 3 * 2.2464 ^ 1.12= 3 * 2.2464 ^ 1.12= 3 * 2.2464 ^ 1.12= 3 * 2.2464 ^ 1.12= 3 * 2.2464 ^ 1.12= 3 * 2.2464 ^ 1.12= 3 * 2.2464 ^ 1.12= 3 * 2.2464 ^ 1.12= 3 * 2.2464 ^ 1.12
= 7.547904= 7.547904= 7.547904= 7.547904= 7.547904= 7.547904= 7.547904= 7.547904= 7.547904= 7.547904= 7.547904 ManMonth ManMonth ManMonthManMonth
b. Hitung Duration Hitung Duration Hitung Duration Hitung Duration Hitung Duration Hitung Duration Hitung Duration Hitung Duration Hitung Duration
= Cb*E^Mb= Cb*E^Mb= Cb*E^Mb= Cb*E^Mb= Cb*E^Mb = Cb*E^Mb= Cb*E^Mb
= 2.5 * 6.7392 ^ 0.35= 2.5 * 6.7392 ^ 0.35= 2.5 * 6.7392 ^ 0.35= 2.5 * 6.7392 ^ 0.35= 2.5 * 6.7392 ^ 0.35= 2.5 * 6.7392 ^ 0.35= 2.5 * 6.7392 ^ 0.35 = 2.5 * 6.7392 ^ 0.35= 2.5 * 6.7392 ^ 0.35= 2.5 * 6.7392 ^ 0.35= 2.5 * 6.7392 ^ 0.35= 2.5 * 6.7392 ^ 0.35= 2.5 * 6.7392 ^ 0.35= 2.5 * 6.7392 ^ 0.35= 2.5 * 6.7392 ^ 0.35= 2.5 * 6.7392 ^ 0.35= 2.5 * 6.7392 ^ 0.35= 2.5 * 6.7392 ^ 0.35= 2.5 * 6.7392 ^ 0.35= 2.5 * 6.7392 ^ 0.35
= 5.8968= 5.8968= 5.8968= 5.8968= 5.8968= 5.8968= 5.8968= 5.8968= 5.8968 Month MonthMonth
c. Hitung Productivity Hitung Productivity Hitung Productivity Hitung Productivity Hitung Productivity Hitung Productivity Hitung Productivity Hitung Productivity Hitung Productivity Hitung Productivity Hitung Productivity
= Size= Size= Size= Size= Size / E
= 2.2464/7.547904= 2.2464/7.547904= 2.2464/7.547904= 2.2464/7.547904= 2.2464/7.547904= 2.2464/7.547904= 2.2464/7.547904= 2.2464/7.547904= 2.2464/7.547904= 2.2464/7.547904= 2.2464/7.547904= 2.2464/7.547904= 2.2464/7.547904= 2.2464/7.547904= 2.2464/7.547904= 2.2464/7.547904= 2.2464/7.547904
= 0.297619= 0.297619= 0.297619= 0.297619= 0.297619= 0.297619= 0.297619= 0.297619= 0.297619= 0.297619 KLOC/MonthKLOC/MonthKLOC/Month KLOC/Month KLOC/MonthKLOC/Month
d. d. d. Hitung AVG Staff Hitung AVG Staff Hitung AVG Staff Hitung AVG Staff Hitung AVG Staff Hitung AVG Staff Hitung AVG Staff Hitung AVG Staff Hitung AVG Staff Hitung AVG Staff Hitung AVG Staff Hitung AVG Staff Hitung AVG Staff Hitung AVG Staff
= E/D= E/D= E/D= E/D= E/D
= 7.547904/7= 7.547904/7= 7.547904/7= 7.547904/7= 7.547904/7= 7.547904/7= 7.547904/7= 7.547904/7= 7.547904/7= 7.547904/7= 7.547904/7= 7.547904/71 Man Man
= 2 Man= 2 Man= 2 Man= 2 Man= 2 Man = 2 Man
12
Tahap 5 Estimasi Biaya Proyek
Gaji karyawan = Rp 1.500.000 / orang / bulan
Biaya FP = Gaji karyawan/LOC
Biaya FP = Rp. 667,74 ,-
Estimasi biaya proyek = Biaya FP * Estimasi FP
Estimasi biaya proyek = Rp 9,79 ,-
Usaha terestimasi = total biaya/gaji pegawai
Usaha terestimasi = 9,79 orang/bulan
Pembulatan = 10 orang/bulan
13
Daftar Pustaka
Bastian, Aulia Reza, Teknologi Informasi Pendidikan, Kedaulatan Rakyat, 3/3/05
Hoffer, Jeffrey dan Joey F George. (1998). Modern System Analysis and Design, Addison Wesley, Massachusetts.
Kendall. (2002). System Analysis and Design, Pearson Education, New Jersey.
[Louis J. Galbiati, Jr. (1990). Machine Vision and Digital Image Processing Fundamentals, Englewood Cliffs,
Prentice-Hall, New Jersey.
Wardiana, Wawan. (2002). Perkembangan Teknologi Informasi, www.Informatika.lipi.go.id/jornal/Perkembangan-
Teknologi-Informasi-di-Indonesia, tanggal akses 12 Desember 2005.
www.sidik-jari.com, diakses pada tanggal 21 Juli 2011.